Indonesia adalah "Awal Peradaban Dunia"

Jokowi : "Tidak ada Toleransi sedikitpun bagi yang Mengganggu Pancasila"

"Perang Senjata hanya Memenangkan Kekuasaan Politik saja, sementara Perang Sejarah Memenangkan Kekuasaan Pola Pikir Bangsa" Sapto Satrio Mulyo

Pancasila adalah kumpulan nilai-nilai esensial yang sangat lengkap yang terdapat di dalam  sendi-sendi Kehidupan Bangsa Indonesia (Kearifan Lokal Indonesia), yang digali kembali untuk diterapkan Keluhurannya. Pancasila bukan Ideologi yang diciptakan oleh segelintir manusia, tetapi Pancasila merupakan kumpulan nilai-nilai Luhur yang digali kembali sebagai pengingat kita semua, dalam melakukan interaksi di dalam berbangsa dan bernegara.

Mengapa Pancasila begitu membumi, karena  "Awal Peradaban Dunia" tumbuh dan berkembang di Indonesia. Silahkan Anda simak sendiri, pembuktiannya bahwa  "Awal Peradaban Dunia" ada di Indonesia.

Tembok EmasDipagari Dinding Perak
Filsuf Yunani kuno bernama Plato (427 – 347 SM) dalam bukunya yang berjudul "Critias dan Timaeus". Dalam buku Timaeus, Plato mencetuskan untuk pertama kalinya mengenai Peradaban Atlantis. Dalam buku tersebut Plato menceritakan bahwa dihadapan selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. 

Kisahnya berasal dari cerita lisan Joepe, yaitu moyang lelaki Critias. Sedangkan Joepe juga mendengarnya dari seorang penyair Yunani bernama Solon (639-559 SM). Dalam buku Critias, adik sepupu dari Critias mengisahkan tentang Atlantis. Critias adalah murid dari ahli filsafat Socrates, tiga kali ia menekankan keberadaan Atlantis dalam dialognya. 

Garis besar kisah pada buku tersebut adalah, ada sebuah daratan raksasa di atas Samudera Atlantik arah barat Laut Tengah yang sangat jauh, yang bangga dengan peradabannya yang menakjubkan. Ia menghasilkan emas, dan perak yang tak terhitung banyaknya. Istana dikelilingi oleh tembok emas, dan dipagari oleh dinding perak. Dinding tembok dalam istana bertahtakan emas, cemerlang dan megah. Di sana, tingkat perkembangan peradabannya yang sangat memukau.
Peradaban Atlantis, memiliki pelabuhan dan kapal dengan perlengkapan yang sempurna, juga ada benda yang bisa membawa orang terbang. Kekuasaannya tidak hanya terbatas di Eropa, bahkan jauh sampai daratan Afrika. Setelah dilanda gempa dahsyat, tenggelamlah ia ke dasar laut beserta peradabannya, juga hilang dalam ingatan manusia.

Arsitektur Bangsa Agraris
Jika kita amati dari tulisan diatas, maka kita akan berkesimpulan, bahwa Atlantis merupakan sebuah peradaban yang sangat maju. Dengan teknologi dan ilmu pengetahuan pada waktu itu, sudah menjadikannya sebuah bangsa yang besar, dan mempunyai kehidupan yang makmur.

Terdapat beberapa catatan tentang usaha para ilmuwan, dalam usaha pencarian, untuk membuktikan bahwa Atlantis itu benar-benar pernah ada.

Menurut perhitungan versi Plato, waktu tenggelamnya kerajaan Atlantis, kurang lebih 11.150 tahun yang silam. Plato pernah beberapa kali mengatakan, keadaan kerajaan Atlantis diceritakan turun-temurun. Sama sekali bukan rekaannya atau rekayasanya sendiri. Plato bahkan pergi ke Mesir minta petunjuk biksu dan rahib terkenal setempat waktu itu. Guru Plato, yaitu Socrates ketika membicarakan tentang kerajaan Atlantis juga menekankan, karena hal itu adalah nyata, nilainya jauh lebih kuat dibanding kisah yang direkayasa.


Jika semua yang diutarakan Plato memang benar-benar nyata, maka sejak 12.000 tahun silam, manusia sudah menciptakan peradaban. Namun di manakah kerajaan Atlantis itu? Sejak ribuan tahun silam, orang-orang menaruh minat yang sangat besar terhadap hal ini. Hingga abad ke-20 sejak tahun 1960-an, laut Bermuda yang terletak di bagian barat Samudera Atlantik, di kepulauan Bahama, dan laut di sekitar kepulauan Florida pernah berturut-turut diketemukan keajaiban yang menggemparkan dunia.

Suatu hari di tahun 1968, kepulauan Bimini di sekitar Samudera Atlantik di gugusan Pulau Bahama, laut tenang dan bening bagaikan kaca yang terang, tembus pandang hingga ke dasar laut. Beberapa penyelam dalam perjalanan kembali ke kepulauan Bimini, tiba-tiba ada yang menjerit kaget. Di dasar laut ada sebuah jalan besar! Beberapa penyelam secara bersamaan terjun ke bawah, ternyata memang ada sebuah jalan besar membentang tersusun dari batu raksasa. Itu adalah sebuah jalan besar yang dibangun dengan menggunakan batu persegi panjang dan poligon, besar kecilnya batu dan ketebalan tidak sama, namun penyusunannya sangat rapi, konturnya cemerlang. Apakah ini merupakan jalan posnya kerajaan Atlantis?

Awal tahun ‘70-an disekitar kepulauan Yasuel Samudera Atlantik, sekelompok peneliti telah mengambil inti karang dengan mengebor pada kedalaman 800 meter di dasar laut, atas ungkapan ilmiah, tempat itu memang benar-benar sebuah daratan pada 12.000 tahun silam. Kesimpulan yang ditarik atas dasar teknologi ilmu pengetahuan, begitu mirip seperti yang dilukiskan Plato! Namun, apakah di sini tempat tenggelamnya kerajaan Atlantis?

Tahun 1974, sebuah kapal peninjau laut Uni Soviet telah membuat 8 lembar foto yang jika disarikan membentuk sebuah bangunan kuno mahakarya manusia. Apakah ini dibangun oleh orang Atlantis?

Tahun 1979, ilmuwan Amerika dan Perancis dengan piranti instrumen yang sangat canggih menemukan piramida di dasar laut “segitiga maut” laut Bermuda. Panjang piramida kurang lebih 300 meter, tinggi kurang lebih 200 meter, puncak piramida dengan permukaan samudera hanya berjarak 100 meter, lebih besar dibanding piramida Mesir. Bagian bawah piramida terdapat dua lubang raksasa, air laut dengan kecepatan yang menakjubkan mengalir di dasar lubang. Piramida besar ini, apakah dibangun oleh orang-orang Atlantis? Pasukan kerajaan Atlan pernah menaklukkan Mesir, apakah orang Atlantis membawa peradaban piramida ke Mesir? Benua Amerika juga terdapat piramida, apakah berasal dari Mesir atau berasal dari kerajaan Atlantis?

Tahun 1985, dua kelasi Norwegia menemukan sebuah kota kuno di bawah areal laut “segitiga maut”. Pada foto yang dibuat oleh mereka berdua, ada dataran, jalan besar vertikal dan horizontal serta lorong, rumah beratap kubah, gelanggang aduan (binatang), kuil, bantaran sungai dll. Mereka berdua mengatakan mutlak percaya terhadap apa yang mereka temukan itu adalah Benua Atlantis seperti yang dilukiskan oleh Plato. Benarkah itu?

Yang lebih menghebohkan lagi adalah penelitian yang dilakukan oleh Aryso Santos, seorang ilmuwan asal
Peta Nusantara

Brazil. Santos menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang ini disebut Indonesia. Dalam penelitiannya selama 30 tahun yang ditulis dalam sebuah buku “Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization” dia menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Baca juga : ATLANTIS ITU INDONESIA dan Atlantis di Dasar Laut Jawa

Santos menetapkan bahwa pada masa lalu Atlantis itu merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Sedangkan menurut Plato, Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia saat ini, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan kecil
dikemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda. Letusan Gunung Krakatau adalah letusan yang sangat kecil, jika dibanding dengan Letusan Gunung Toba Tua, apalagi jika dibanding dengan letusan Gunung Rinjani.

Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair, dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut, membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian, secara beruntun, dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.

Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik, yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu, tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”

Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis, dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah, atau sedang aktif kembali.
Sarjana Barat secara kebetulan menemukan seseorang yang mampu mengingat kembali dirinya sebagai orang Atlantis di kehidupan sebelumnya “Inggrid Benette”. Beberapa penggal kehidupan, dan kondisi sosial dalam ingatannya masih membekas, sebagai bahan masukan agar bisa merasakan secara gamblang peradaban tinggi Atlantis. Dan yang terpenting adalah memberikan kita petunjuk tentang mengapa Atlantis musnah. Di bawah ini adalah ingatan Inggrid Bennette.

Kehidupan yang Dipenuhi Kecerdasan

Dalam kehidupan sebelumnya di Atlantis, saya adalah seorang yang berpengetahuan luas, dipromosikan sebagai kepala energi wanita “Pelindung Kristal” (setara dengan seorang kepala pabrik pembangkit listrik sekarang). Pusat energi ini letaknya pada sebuah ruang luas yang bangunannya beratap lengkung. Lantainya dari pasir dan batu tembok, di tengah-tengah kamar sebuah kristal raksasa, diletakkan di atas alas dasar hitam. Fungsinya adalah menyalurkan energi ke seluruh kota. Tugas saya melindungi kristal tersebut. Pekerjaan ini tak sama dengan sistem operasional pabrik sekarang, tapi dengan menjaga keteguhan dalam hati, memahami jiwa sendiri, merupakan bagian penting dalam pekerjaan, ini adalah sebuah instalasi yang dikendalikan dengan jiwa. Ada seorang lelaki yang cerdas dan pintar, ia adalah “pelindung” kami.

Rambut saya panjang berwarna emas, rambut digelung dengan benda rajutan emas, persis seperti zaman Yunani. Rambut disanggul tinggi, dengan gulungan bengkok jatuh bergerai di atas punggung. Setiap hari rambutku ditata oleh ahli penata rambut, ini adalah sebagian pekerjaan rutin.
Filsafat yang diyakini orang Atlantis adalah, bahwa “tubuh merupakan kuilnya jiwa”, oleh karena itu sangat memperhatikan kebersihan tubuh, dan cara berbusana, ini merupakan hal yang utama dalam kehidupan. Saya mengenakan baju panjang tembus pandang, menggunakan daun pita emas yang diikat di pinggang belakang, setelah disilang di depan dada.
Lelaki berpakaian rok panjang juga rok pendek, sebagian orang memakai topi, sebagian tidak, semuanya dibuat dengan bahan putih bening yang sama. Seperti pakaian seragam, namun di masa itu, sama sekali tidak dibedakan, mengenakan ini hanya menunjukkan sebuah status, melambangkan kematangan jiwa raga kita. Ada juga yang mengenakan pakaian warna lain, namun dari bahan bening yang sama, mereka mengenakan pakaian yang berwarna, karena bertujuan untuk pengobatan. Hubungannya sangat besar dengan ketidakseimbangan pusat energi tubuh, warna yang spesifik memiliki fungsi pengobatan.

Berkomunikasi dengan Hewan
Lumba-lumba  Sedang Berkomunikasi
Saya sering pergi mendengarkan nasihat lumba-lumba. Lumba-lumba hidup di sebuah tempat yang dibangun khusus untuk mereka. Sebuah area danau besar yang indah, mempunyai undakan raksasa yang menembus ke tengah danau. Pilar dua sisi undakan adalah tiang yang megah, sedangkan area danau dihubungkan dengan laut melalui terusan besar. Di siang hari lumba-lumba berenang di sana, bermain-main, setelah malam tiba kembali ke lautan luas. Lumba-lumba bebas berkeliaran, menandakan itu adalah tempat yang sangat istimewa. Lumba-lumba adalah sahabat karib, dan penasihat kami. Mereka sangat pintar, dan merupakan sumber keseimbangan serta keharmonisan masyarakat kami.
Hanya sedikit orang pergi mendengarkan bahasa intelek lumba-lumba. Saya sering berenang bersama mereka, mengelus mereka, bermain-main dengan mereka, serta mendengarkan nasihat mereka. Kami sering bertukar pikiran melalui telepati. Energi mereka membuat saya penuh vitalitas, sekaligus memberiku kekuatan. Saya dapat berjalan-jalan sesuai keinginan hati, misalnya jika saya ingin pergi ke padang luas yang jauh jaraknya, saya memejamkan mata, dan memusatkan pikiran pada tempat tersebut. Akan ada suatu suara “wuung” yang ringan, saya membuka mata, maka saya sudah berada di tempat itu.

Saya paling suka bersama dengan Unicorn (kuda terbang). Mereka sama seperti kuda makan rumput di padang belantara. Unicorn memiliki sebuah tanduk di atas kepalanya, sama seperti ikan lumba-lumba, kami kontak lewat hubungan telepati. Secara relatif, pikiran Unicorn sangat polos. Kami acap kali bertukar pikiran, misalnya, “Aku ingin berlari cepat”. Unicorn akan menjawab: “Baiklah”. Kita lari bersama, rambut kami berterbangan tertiup angin. Jiwa mereka begitu tenang, damai menimbulkan rasa hormat. Unicorn tidak pernah melukai siapa pun, apalagi mempunyai pikiran, atau maksud jahat, ketika menemui tantangan sekalipun akan tetap demikian.

Saya sering kali merasa sedih pada orang zaman sekarang, sebab sama sekali tidak percaya dengan keberadaan hewan ini, ada seorang pembina jiwa mengatakan kepadaku: “Saat ketika kondisi dunia kembali pada keseimbangan, dan keharmonisan, semua orang saling menerima, saling mencintai, saat itu Unicorn akan kembali”.

Lingkungan yang Indah Permai
Di timur laut Atlantis terdapat sebidang padang rumput yang sangat luas. Padang rumput ini menyebarkan 
Taman Eden

aroma wangi yang lembut, dan saya suka duduk bermeditasi di sana. Aromanya begitu hangat. Kegunaan dari bunga segar sangat banyak, maka ditanam secara luas. Misalnya, bunga yang berwarna biru dan putih ditanam bersama, ini bukan saja sangat menggoda secara visual, sangat dibutuhkan buat efektivitas getaran. Padang rumput ini dirawat oleh orang yang mendapat latihan khusus, dan berkualitas tinggi, serta kaya pengetahuan. “Ahli ramuan” mulai merawat mereka sejak tunas, kemudian memetik, dan mengekstrak sari patinya.

Di lingkungan kerja di Atlantis, jarang ada yang berposisi rendah. Serendah apa pun pekerjaannya, tetap dipandang sebagai anggota penting di dalam masyarakat kami. Masyarakat terbiasa dengan menghormati, dan memuji kemampuan orang lain. Yang menanam buah, sayur-mayur, dan penanam jenis kacang-kacangan, juga hidup di timur laut. Sebagian besar adalah ahli botani, ahli gizi, dan pakar makanan lainnya. Mereka bertanggung jawab menyediakan makanan bagi segenap peradaban kami.

Sebagian besar orang ditetapkan sebagai pekerja fisik, misalnya tukang kebun dan tukang bangunan. Hal itu akan membuat kondisi tubuh mereka tetap stabil. Sebagian kecil dari mereka, mempunyai kecerdasan, pengaturan pekerjaan disesuaikan dengan tingkat perkembangan kecerdasan mereka. Orang Atlantis menganggap, bahwa pekerjaan fisik lebih bermanfaat, ini membuat emosi (perasaan) mereka mendapat keseimbangan, marah dan suasana hati saat depresi dapat diarahkan secara konstruktif, lagi pula tubuh manusia terlahir untuk pekerjaan fisik, hal tersebut telah dibuktikan. Namun, selalu ada pengecualian, misalnya lelaki yang kewanitaan atau sebaliknya, pada akhirnya, orang pintar akan membimbing orang-orang ini bekerja, yang sesuai dengan kondisi mereka. Setiap orang akan menuju ke kecerdasan, berperan sebagai tokoh sendiri, semua ini merupakan hal yang paling mendasar.

Seluruh kehidupan Atlantis merupakan himpunan keharmonisan yang tak terikat secara universal bagi tumbuh-tumbuhan, mineral, hewan dan sayur-mayur. Setiap orang merupakan partikel bagiannya, setiap orang tahu, bahwa pengabdian mereka sangat dibutuhkan. Di Atlantis tidak ada sistem keuangan, hanya ada aktivitas perdagangan. Kami tidak pernah membawa dompet atau kunci dan sejenisnya. Jarang ada keserakahan atau kedengkian, yang ada hanya kebulatan tekad.

Teknologi yang Tinggi

Di Atlantis ada sarana terbang yang modelnya mirip “piring terbang” (UFO), mereka menggunakan medan
Relief Piring Terbang di Borobudur

magnet mengendalikan energi perputaran dan pendaratan, sarana hubungan jenis ini biasa digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Perjalanan jarak pendek hanya menggunakan katrol yang dapat ditumpangi dua orang. Ia mempunyai sebuah mesin yang mirip seperti kapal hidrofoil, prinsip kerja sama dengan alat terbang, juga menggunakan medan energi magnet. Yang lainnya seperti makanan, komoditi rumah tangga, atau barang-barang yang berukuran besar, diangkut dengan cara yang sama menggunakan alat angkut besar yang disebut “Subbers.”

Atlantis adalah sebuah peradaban yang sangat besar, kami berkomunikasi menggunakan kapal untuk menyiarkan berita ke berbagai daerah. Sebagian besar informasi diterima oleh “orang pintar” melalui respons batin, mereka memiliki kemampuan menerima dengan cara yang istimewa, ini mirip dengan stasiun satelit penerima, dan sangat akurat. Maka, pekerjaan mereka adalah duduk, dan menerima informasi yang disalurkan dari tempat lain. Sebenarnya, dalam pekerjaan, cara saya mengoperasikan kristal besar, juga dikerjakan melalui hati.

Pengobatan yang Maju

Dalam peradaban ini, tidak ada penyakit yang parah. Metode pengobatan yang digunakan, semuanya menggunakan kristal, warna, musik, wewangian dan paduan ramuan, dengan mengembangkan efektivitas pengobatan secara keseluruhan.

Pusat pengobatan adalah sebuah tempat yang banyak kamarnya. Saat penderita masuk, sebuah warna akan dicatat di tembok. Lalu pasien diarahkan ke sebuah kamar khusus, untuk menentukan pengobatan. Di kamar pertama, asisten yang terlatih baik, dan berpengetahuan luas tentang pengobatan, akan mendeteksi frekwensi getaran pada tubuh pasien. Informasi dialihkan ke kamar lainnya. Di kamar tersebut, sang pasien akan berbaring di atas granit yang datar, sedangkan asisten lainnya akan mengatur rancangan pengobatan yang sesuai untuk pasien.

Setelah itu, kamar akan dipenuhi musik terapi, kristal khusus akan diletakkan di pasien. Seluruh kamar penuh dengan wewangian yang lembut, terakhir akan tampak sebuah warna. Selanjutnya, pasien diminta merenung, agar energi pengobatan meresap ke dalam tubuh. Dengan demikian, semua indera yang ada akan sehat kembali, “warna” menyembuhkan indera penglihatan, “aroma tumbuh-tumbuhan” menyembuhkan indera penciuman, “musik yang merdu” menyembuhkan indera pendengaran, dan terakhir, “air murni” menyembuhkan indera perasa. Saat meditasi selesai, harus minum air dari tabung. Energinya sangat besar, bagaikan seberkas sinar, menyinari tubuh dari atas hingga ke bawah. Seluruh tubuh bagai telah terpenuhi. Teknik pengobatan selalu berkaitan dengan “medan magnet” dan “energi matahari” , sekaligus merupakan pengobatan secara fisik dan kejiwaan.

Pendidikan Anak yang Ketat

Saat bayi masih dalam kandungan, sudah diberikan suara, musik serta bimbingan kecerdasan pada zaman itu. Semasa dalam kandungan, “orang pintar” akan memberikan pengarahan kepada orang tua sang calon anak. Sejak sang bayi lahir, orang tua merawat, dan mendidiknya di rumah, menyayangi dan mencintai anak mereka. Di siang hari, anak-anak akan dititipkan di tempat penitipan anak, mendengar musik di sana, melihat getaran warna, dan cerita-cerita yang berhubungan dengan cara berpikiran positif, dan kisah bertema filosofis.

Pusat pendidikan anak, terdapat di setiap tempat. Anak-anak dididik untuk menjadi makhluk hidup yang memiliki inteligensi sempurna. Belajar membuka pikiran, agar jasmani dan rohani mereka bisa bekerja sama. Di tahap perkembangan anak, orang pintar memegang peranan yang sangat besar, pendidik mempunyai posisi terhormat dalam masyarakat Atlantis, biasanya baru bisa diperoleh ketika usia mencapai 60-120 tahun, tergantung pertumbuhan inteligensi. Dan merupakan tugas yang didambakan setiap orang.

Di seluruh wilayah, setiap orang menerima pendidikan sejak usia 3 tahun. Mereka menerima pendidikan di dalam gedung bertingkat. Di depan gedung sekolah terdapat lambang pelangi, pelangi adalah lambang pusat bimbingan. Pelajaran utamanya adalah mendengar dan melihat. Sang murid santai berbaring atau duduk, sehingga ruas tulang belakang tidak mengalami tekanan. Metode lainnya adalah merenung, mata ditutup dengan perisai mata, dalam perisai mata ditayangkan berbagai macam warna. Pada kondisi merenung, metode visualisasi seperti ini sangat efektif. Bersamaan itu juga diberi pita kaset bawah sadar. Saat tubuh, dan otak dalam keadaan rileks, pengetahuan mengalir masuk ke bagian memori otak besar. Ini merupakan salah satu metode belajar yang paling efektif, sebab ia telah menutup semua jalur informasi yang dapat mengalihkan perhatian. “Orang pintar” membimbing si murid, tergantung tingkat kemampuan menyerap sang anak, dan memudahkan melihat bakat tertentu yang dimilikinya. Dengan demikian, setiap anak memiliki kesempatan yang sama mengembangkan potensinya.

Pemikiran maju yang positif, dan frekwensi getaran merupakan kunci utama dalam masa belajar dan meningkatkan/mendorong wawasan sanubari terbuka. Semakin tinggi tingkat frekwensi getaran pada otak, maka frekwensi getaran pada jiwa semakin tinggi. Semakin positif kesadaran inheren, maka semakin mencerminkan kesadaran ekstrinsik, maupun kesadaran terpendam. Ketika keduanya serasi, akan membuka wawasan dunia yang positif: Jika keduanya tidak serasi, maka orang akan hanyut pada keserakahan, dan kekuasaan. Bagi orang Atlantis, mengendalikan daya pikir orang lain adalah cara hidup yang tak beradab, dan ini tidak dibenarkan.

Dalam buku sejarah kami, kami pernah merasa tidak aman dan tenang. Karakter yang tak beradab masih saja mempengaruhi masyarakat waktu itu. Misalnya, memilih binatang untuk percobaan. Namun, kaidah inteligensi dengan keras melarang mencampuri kehidupan orang lain. Meskipun kita tahu ada risikonya, namun kita tidak boleh memaksa, atau menghukum orang lain, sebab setiap orang harus bertanggung jawab atas perkembangan sanubarinya sendiri. Pada masyarakat itu, rasa tidak aman adalah demi untuk mendapatkan keamanan. Filsafat seperti ini sangat baik, dan sangat dihormati orang-orang ketika itu, ia adalah pelindung kami.

Kiamat yang Melanda Atlantis

Saya tidak bersuami. Pada waktu itu, orang-orang tidak ada ikatan perkawinan. Jika Anda bermaksud mengikat seseorang, maka akan melaksanakan sebuah upacara pengikatan. Pengikatan tersebut sama sekali tidak ada efek hukum atau kekuatan yang mengikat, hanya berdasarkan pada perasaan hati. Kehidupan Hubungan Suami Istri orang Atlantis sangat dinamis, untuk mempertahankan kesehatan. Saya memutuskan hidup bersamanya berdasarkan kesan akan Hubungan Suami Istri, inteligensi dan daya tarik. Di masa itu, Hubungan Suami Istri merupakan sebuah bagian penting dalam kehidupan, Hubungan Suami Istri sama pentingnya dengan makan atau tidur. Ini adalah bagian dari “keberadaan hidup secara keseluruhan”, lagi pula tubuh kami secara fisik tidak menampakkan usia kami, umumnya kami dapat hidup hingga berusia 200 tahun lamanya.

Ada juga yang orang Berhubungan Suami Istri dengan hewan, atau dengan setengah manusia separuh hewan, misalnya, tubuh seekor kuda yang berkepala manusia. Di saat itu, orang Atlantis dapat mengadakan transplantasi kawin silang, demi keharmonisan manusia dan hewan pada alam, namun sebagian orang melupakan hal ini, titik tolak tujuan mereka adalah Hubungan Suami Istri. Orang yang sadar mengetahui, bahwa ini akan mengakibatkan ketidakseimbangan pada masyarakat kami, orang-orang sangat cemas, dan takut terhadap hal ini, tetapi tidak ada tindakan preventif. Ini sangat besar hubungannya dengan keyakinan kami, manusia memiliki kebebasan untuk memilih, dan seseorang tidak boleh mengganggu pertumbuhan inteligensi orang lain. Orang yang memilih hewan sebagai lawan main, biasanya kehilangan keseimbangan pada jiwanya, dan dianggap tidak matang.

Teknologi Maju yang Lalim

Pada masa kehidupan saya, kami tahu Atlantis telah sampai di pengujung ajal. Di antara kami ada sebagian orang yang tahu akan hal ini, namun, adalah sebagian besar orang sengaja mengabaikannya, atau tidak tertarik terhadap hal ini. Unsur materiil telah kehilangan keseimbangan. Teknologi sangat maju. Misalnya, polusi udara dimurnikan, suhu udara disesuaikan. Majunya teknologi, hingga kami mulai mengubah komposisi udara dan air. Terakhir ini menyebabkan kehancuran Atlantis.

Empat unsur pokok yakni: angin, air, api, dan tanah adalah yang paling fundamental dari galaksi dan bumi kami ini, basis materiil yang paling stabil. Mencoba menyatukan atau mengubah unsur pokok ini telah melanggar hukum alam. Ilmuwan bekerja dan hidup di bagian barat Atlantis, mereka “mengalah” pada keserakahan, demi kekuasaan dan kehormatan pribadi bermaksud “mengendalikan” 4 unsur pokok. Kini alam tahu, hal ini telah mengakibatkan kehancuran total. Mereka mengira dirinya di atas orang lain, mereka berkhayal sebagai tokoh Tuhan, ingin mengendalikan unsur pokok dasar pada bintang tersebut.

Menjelang Hari Kiamat
Saat-saat berakhirnya Atlantis

Ramalan “kiamat” pernah beredar secara luas, namun hanya orang yang pintar, dan yang mengikuti jalan spritual yang tahu penyebabnya. Akhir dari peradaban kami hanya disebabkan oleh segelintir manusia! Ramalan mengatakan: “Bumi akan naik, Daratan baru akan muncul, semua orang mulai berjuang lagi. Hanya segelintir orang bernasib mujur akan hidup, mereka akan menyebar ke segala penjuru di daratan baru, dan kisah Atlantis akan turun-temurun, kami akan kembali ke masa lalu”. Menarik pelajaran, Lumba-lumba pernah memberitahu kami hari “kiamat” akan tiba, kami tahu saat-saat tersebut semakin dekat, sebab telah dua pekan tidak bertemu lumba-lumba. Mereka memberitahu saat kami akan pergi ke sebuah tempat yang tenang, dan menjaga bola kristal, lumba-lumba memberitahu kami dapat pergi dengan aman ke barat.

Banyak orang meninggalkan Atlantis mencari daratan baru. Sebagian pergi sampai ke Mesir, ada juga menjelang “kiamat” meninggalkan Atlantis dengan kapal perahu, ke daratan baru yang tidak terdapat di peta. Daratan-daratan ini bukan merupakan bagian dari peradaban kami, oleh karena itu tidak dalam perlindungan kami. Banyak yang merasa kecewa dan meninggalkan kami, aktif mencari lingkungan yang maju dan aman. Oleh karenanya, Atlantis nyaris tidak ada pendatang. Namun, setelah perjalanan segelintir orang hingga ke daratan yang “aneh”, mereka kembali dengan selamat (Teori Austronesia). Dan keadaan negerinya paling tidak telah memberi tahu kami pengetahuan tentang kehidupan di luar Atlantis.

Baca juga : Sejarah Austronesia dan Austronesia - 2.500 SM

Saya memilih tetap tinggal, memastikan kristal energi tidak mengalami kerusakan apa pun, hingga akhir. Kristal selalu menyuplai energi ke kota. Saat beberapa pekan terakhir, kristal ditutup oleh pelindung transparan yang dibuat dari bahan khusus. Mungkin suatu saat nanti, ia akan ditemukan, dan digunakan sekali lagi untuk maksud baik. Saat kristal ditemukan, ia akan membuktikan peradaban Atlantis, sekaligus menyingkap misteri lain yang tak terungkap selama beberapa abad.

Saya masih tetap ingat hari yang terpanjang, hari terakhir, detik terakhir, bumi kandas, gempa bumi, letusan gunung berapi, bencana kebakaran. Lempeng bumi saling bertabrakan dengan keras. Bumi sedang mengalami kehancuran, orang-orang di dalam atap lengkung bangunan kristal bersikap menyambut saat kedatangannya. Jiwa saya sangat tenang. Sebuah gedung berguncang keras. Saya ditarik seseorang ke atas tembok, kami saling berpelukan. Saya berharap bisa segera mati. Di langit asap tebal bergulung-gulung, saya melihat lahar bumi menyembur, kobaran api merah mewarnai langit. Ruang dalam rumah penuh dengan asap, kami sangat sesak. Lalu saya pingsan, selanjutnya, saya ingat roh saya terbang ke arah terang. Saya memandang ke bawah, dan terlihat daratan sedang tenggelam. Air laut bergelora, menelan segalanya. Orang-orang lari ke segala penjuru, jika tidak ditelan air dahsyat, pasti jatuh ke dalam kawah api. Saya mendengar dengan jelas suara jeritan. Bumi seperti sebuah ceret air raksasa yang mendidih, bagai seekor binatang buas yang kelaparan, menggigit dan menelan semua buruannya. Air laut telah menenggelamkan daratan.

Sumber Kehancuran
Lewat ingatan Inggrid Benette, diketahui tingkat perkembangan teknologi bangsa Atlantis, berbeda sekali dengan peradaban kita sekarang, bahkan pengalamannya akan materiil berbeda dengan ilmu pengetahuan modern, sebaliknya mirip dengan ilmu pengetahuan Tiongkok kuno, berkembang dengan cara yang lain. Peradaban seperti ini jauh melampaui peradaban sekarang. Mendengarnya saja seperti membaca novel fiktif. Bandingkan dengan masa kini, kemampuan jiwa bangsa Atlantis sangat diperhatikan, bahkan mempunyai kemampuan supernormal, mampu berkomunikasi dengan hewan, yang diperhatikan orang sekarang adalah pintar dan berbakat, dicekoki berbagai pengetahuan, namun mengabaikan kekuatan dalam. 

Bangsa Atlantis mementingkan “inteligensi jiwa” dan “tubuh” untuk mengembangkan seluruh potensi terpendam pada tubuh manusia, hal ini membuat peradaban mereka bisa berkembang pesat dalam jangka panjang, dan penyebab utama tidak menimbulkan gejala ketidakseimbangan. 
Mengenai punahnya peradaban Atlantis, layak kita renungkan mulai sekarang. Bicara sejarah, pasti hanya waktu yang tidak dapat diubah, karena penggambaran tempat dapat direkayasa sedemikian rupa. Anda tahu kapan Atlantis eksis, dan apakah Anda tahu tahun Jawa yang sesungguhnya eksis; 12.322 JED pada saat 1 Masehi. Sementara tahun Jawa yang terkontaminasi pertama adalah tahun 4425 pada saat 1 Masehi, dan tahun Jawa yang terkontaminasi kedua adalah tahun 78 pada saat 1 Masehi, atau yang sering disebut tahun saka. Dan kontaminasi tahun Jawa yang terakhir adalah kalender Jawa Islam yang diperkenalkan oleh Sultan Agung.
Masyarakat Jawa yang senkretis, terlalu longgar menerima pengaruh luar, hal ini sesuai dengan ingatan “Inggrid Benette” dimana masyarakat Atlantis adalah masyarakat yang sangat menghargai dan mudah menerima nilai-nilai yang dianggap tidak menyakitkan orang lain.
Dari penuturan “Inggrid Benette” percaya atau tidak, itu adalah budaya yang masih hingga kini diterapkan di pedalaman Indonesia, yakni "Kearifan Lokal Indonesia"
Sumber : Dari Berbagai Sumber
Foto : Istimewa

Ingin lebih tahu mengenai Kebesaran Leluhur Bangsa Indonesia?
Silahkan kunjungi:
http://perpustakaan.tanahimpian.web.id

"Susu Kaleng" = Kesetaraan Gender

Sapto Satrio Mulyo - 2007
Dahulu kita menyebut "Susu Bubuk" adalah "Susu Kaleng", karena kemasannya di dalam kaleng. Dengan adanya "Susu Kaleng", ini merupakan sebuah Revolusi Budaya Ibu Menyusui, dimana Ibu-ibu dapat tidak serta merta harus dekat dengan bayinya, karena sudah ada substitusi ASI. Menurut hemat penulis, dari sinilah mobilitas wanita mulai lebih mudah. Begitulah sekilas mengenai makna dari "Susu Kaleng", yang sangat berpengaruh terhadap akselerasi Kesetaraan Gender. (Baca : Susu Kaleng dan Baby Siter)

Penulis adalah seorang yang sangat mendukung kesetaraan Gender, jika diterapkan dengan single standart. Karena menurut penulis, dengan kesetaraan Gender - yang notabene merupakan pengaruh nilai-nilai asing ini, kita hanya diajarkan pada pola saling bahu membahu, tanpa membedakan Gender itu sendiri, dengan pola mengkiritisi lawan jenisnya.

Singkatnya, kalau poligami diperbolehkan, maka kita pun harus pula mendukung diperbolehkannya poliandri. Dengan kata lain, ini adalah penerapan satu standar bagi siapapun. Penulis sangat tidak suka dengan standar ganda. Bagi penulis, "kalau dia boleh maka saya pun boleh, atau sebaliknya, kalau saya boleh, maka diapun boleh".

Di sisi lain, tidak boleh ada previlage bagi siapapun. Karena menurut penulis, segala perkembangan harus melalui proses alami, jadi tidak ada proses rekayasa yang justru akan menyesatkan.

Meskipun kita baru mendengar gembar-gembor yang santer mengenai gerakan kesetaraan Gender, 10 tahun belakangan ini. Tetapi, dalam kenyataannya kita sudah memiliki "Ibu Kartini" jauh sebelum itu, dan dalam penerapannya, kita justru sudah melakukan beberapa langkah di depan. Contohnya, kita sudah pernah memiliki presiden wanita.

Jadi, sudah terbukti, bahwa di Indonesia, kaum wanita dapat mencapai hingga karir tertinggi, jika memang ia mempunyai kemampuan untuk melalui ujian-ujian yang juga dilalui oleh kaum pria. Tetapi Mengapa Wanita Jadi Kaum Lemah?

Di satu sisi pada pernyataan di atas, bahwa penulis paling tidak setuju dengan previlage,  di sisi lain penulis juga tidak setuju jika ada pembatasan karir pria, demi memberikan kesempatan bagi wanita, atau sebaliknya. Seperti yang terjadi saat ini, dimana ada keikutsertaan yang dipaksakan, seperti syarat 30% anggota DPR RI harus diisi oleh wanita.

Selanjutnya, semoga setelah membaca E-Book “Susu Kaleng”. pembaca mempunyai sisi lain, dalam menilai kesetaraan Gender. Dari pagi-pagi, penulis ingin menyatakan bahwa penulis tidak meng-klaim bahwa tulisan ini adalah yang paling benar. Tetapi paling tidak, tulisan ini dapat memberikan pandangan lain, atau nuansa lain dari sisi yang sama, maupun sisi yang berbeda.

Dengan ada nuansa lain dalam buku ini, diharapkan, akan ada proses menuju ke arah Kesetaraan Gender yang benar-benar setara dan tidak semu. Hal ini sangat perlu, karena sebenarnya kita sudah memiliki Nilai-nilai Luhur dalam interaksi antara wanita dan pria, yang digambarkan oleh Mimi lan Mintuno, yang memiliki filososi yang sangat tinggi yakni "Wanita dan Pria adalah Satu Kesatuan Yang Saling Melengkapi," dan bukan Saling Bersaing atau Mengkritisi satu sama lainnya, dengan hitung-hitungan untung rugi, yang pada akhirnya mencari-cari siapa yang lebih banyak salah, dan siapa yang lebih banyak benar.

Perlu dicamkan oleh kita semua, nilai-nilai yang mana yang akan kita terapkan untuk Keluarga kita kelak? Itu adalah pilihan Anda dan Pasangan Anda.

Sedikit gambaran, jika Anda berasal dari Keluarga yang berpola pikir Kapitalis, mungkin Kesetaraan Gender adalah hal yang cocok untuk membangun Rumah Tangga Anda kelak. Tetapi jika Anda berasal dari Keluarga yang Bahagia, seperti yang penulis rasakan dari kecil hingga Kedua Orang Tua penulis meninggal dunia, dimana mereka (Red. Ayah dan Ibu penulis) tidak pernah satu kali pun terlihat saling menyalahkan, karena mereka saling melengkapi. Maka, meskipun penulis, menuliskan "Buku Elektronik Kesetaraan Gender" ini, tetapi penulis lebih memilih untuk hidup secara Mimi lan Mintuno.

Untuk mengenang, bagaimana kedua orang tua penulis bercengkrama, maka penulis membuatkan sebuah lagu khusus bagi mendiang mereka berdua, yang berjudul "Bilaku Cinta Lagi" atau penulis singkat dengan BCL. Didalam lirik lagu ini, penulis menggambarkan, bagaimana mereka dalam kehidupan perkawinannya, tidak pernah tidak saling memuji, hingga sepanjang hidup mereka berdua, mereka saling selalu jatuh cinta.

Pernah saya unggah di Kompasiana : https://www.kompasiana.com/tanahimpian/susu-kaleng-kesetaraan-gender_552e5ca16ea8341d548b45d7

Sapto Satrio Mulyo | Semoga Bermanfaat

Saat Ekstrim Kanan menikahi Ekstrim Kiri lahirlah "Ideologi Semangka"

Bekasi (Indonesia Mandiri) - Konsep Dua Kutub Ekstrim ini, seolah kita sudah nyaman menggunakannya dalam telaahan ilmiah, yang berhubungan dengan infiltrasi nilai-nilai asing untuk mengecoh Pancasila, sebagai satu-satunya ideologi yang memiliki nilai-nilai hasil penggalian nilai-nilai Leluhur kita sendiri. Dibanding ideologi manapun yang dibuat berdasarkan hasil pemikiran segelintir manusia.

Kalau kita analogikan Ektrim Kanan misalnya Mesin Mobil, sedangkan Ekstrim kiri itu misalnya Pintu Mobil, sekilas mereka memang berhubungan, tetapi secara esensial mereka tidak dapat dibandingkan. Keduanya tidak memiliki fungsi yang sama dalam penerapannya, mereka adalah bagian dari Mobil itu sendiri. Bahkan ada yang yang menjadi bagian vital, dan ada yang hanya sebagai bagian pelengkap saja.

Pertanyaannya mengapa kita tidak memperbandingkan Agama dengan Agama saja, dan Ideologi dengan Ideologi saja. Hal ini sudah terjadi sejak perang dingin, dimana kaum Kapitalis / Liberal mencuri start untuk lepas dari perseteruan, dan menjadi penonton perseteruan negara-negara musuhnya.

Di lain pihak, Soekarno yang Jenius sebenarnnya juga ingin menghalau starttersebut, dengan NasAKom vs Kapitalis/Lieberal, tetapi karena konsep tersebut mungkin beliau pikirkan hanya seorang diri tanpa bantuan pemikiran orang lain - yang mungkin kelak dapat menjadi second opinion, sehingga secara taktis kalah dalam menembus pasar.

Di sisi lain Kapitalis/Liberal lebih jeli melihat "Sensitifitas Produk Politik" yang laku dipasaran, dimana Komunis dihadapkan dengan Agama, selanjutnya Komunis diopinikan sebagai idelogi yang anti Tuhan, Maka, produk Soekarno kalah laris dengan produk Agitasi Propaganda Kapitallis/Lieberal, yang pada akhirnya membuat keterpurukan Soekarno Sang Proklamator Bangsa Indonesia yang anti Kapitalis/Lieberal tersebut.

Perkawinan Ekstrim Kanan dan Ekstrim kiri yang menumbuh kembangkan Semangka (Kulitnya Hijau dalamnya Merah), tidak serta merta dapat dianalisa secara runut dalam kosa kata, tetapi dapat lebih jeli lagi melihatnya siapa menggunakan siapa?

Terlalu njelimet kalau harus diterangkan dalam tulisan, tetapi singkat kata, dalam politik selalu ada terminologi yang diciptakan untuk membuat dua sisi mata uang yang berbeda, untuk kepentingan Agitasi Propaganda. Menjawab pertanyaan di atas, ternyata yang dahulu Ekstrim Kanan vs Ekstrim Kiri atau saling bermusuhan, kini mereka menikah dan menghasilkan anak yang lebih radikal dibanding kedua orang tuanya.

Di lain pihak, ternyata salah satu orang tua yang fanatik buta terhadap agamanya, kini bisa meng-absorbsi nilai-nilai pasangannya yang anti Tuhan, dan begitu pula sebaliknya, yang kini dapat hidup rukun di dalam sebuah rumah tangganya, tetapi akan menjadi ancaman yang sangat serius bagi Bangsa Indonesia.

Patahnya thesis di atas, sebenarnya sudah diantisipasi oleh lagi-lagi Bung Karno Bapak Bangsa Indonesia. Yang akan menimbulkan pembicaraan panjang mengenai Radikalisme Agama dan Radikalisme Komunisme.

Sementara Agama Kapitalis sudah lahir jauh lebih dahulu, yang sayangnya tidak kita sadari. :)

Sapto Satrio Mulyo

Profil Sapto Satrio Mulyo

Judul Asli : Caleg Sersan... Sapto Satrio Mulyo, Caleg DPR RI partai Nasdem, Dapil Jabar 5 | Sumber : https://www.indonesiamandiri.web.id/search?q=Caleg+Sersan...+Sapto+Satrio+Mulyo

Caleg DPR RI partai Nasdem, Dapil Jabar 5 No. 8

Bogor, (IndonesiaMandiri) - Pria santai ini, sesungguhnya adalah tipe orang yang serius dan pekerja keras. Hal ini dapat dilihat dari Curiculum Vitae (CV) yang padat dengan berbagai macam aktivitas positifnya.

Sapto Satrio Mulyo, nama pria sersan (Serius tapi Santai) ini, sesungguhnya penuh dengan berbagai penugasan. Saat ini dirinya terdaftar sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI, dari Partai Nasdem, Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat (Jabar) 5 No. Urut 8, yang meliputi wilayah kabupaten Bogor, membawahi 40 Kecamatan.

Berbagai penugasan, atau pekerjaan pernah dilaksanakannya, Sapto - panggilan akrabnya, pernah menduduki posisi sebagai Kasubdit Kejahatan Teknologi, di BIN, tahun 2002 silam, dan tahun 2004 ia memulai karirnya sebagai Diplomat di KBRI Berlin Jerman.

Tidak sampai di situ, dirinya termasuk salah satu anggota Tim Analis dalam Satgas Operasi Pengungkapan Pelanggaran terhadap Pengiriman, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri. Setelah Operasi tersebut, dibentuklah sebuah badan yang khusus menangani TKI dengan berbagai pernak-pernik permasalahannya, badan itu kini dikenal dengan nama BNP2TKI.

Selain memiliki berbagai pengalaman, caleg yang hobby musik dan baca ini, juga pernah menerima Tanda Penghargaan dari dalam dan luar negeri, antara lain; penghargaan Satya Lencana Karya Satya 10 Tahun yang di terimanya pada tahun 1999, dan dari luar negeri "Outstanding Performance and Great Contribution, from Fu Hsing Kang College", pada tahun 1992 dari pemerintah Taiwan.

Mengingat saat remaja dirinya juga sebagai penggiat Music Indie. Ia pun tidak melupakannya, bersama kawan-kawannya, hingga saat ini terus mendorong Kreatifitas Remaja Kabupaten Bogor ke arah yang positif, dengan membangun wadah Radio Streaming yang diperuntukan bagi teman-teman remaja yang berada di jalur Music Indie.

Penggiat sejarah, dan pencetus Komunitas Tanah Impian ini menyatakan, bahwa bagi dirinya berbuat untuk masyarakat, bangsa dan negara, harus memiliki kemauan, dan kepedulian, serta empati akan nasib masyarakat, bangsa dan negara itu sendiri, pungkasnya.

Berangkat dari pemikirannya di atas tersebut, melalui pencalegannya, Sapto menyatakan sikap tegas, untuk mengembalikan kearifan lokal sebagai landasan utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dimana Kabupaten Bogor, sebagai Dapilnya akan di jadikan sebagai gerbang awal, menuju tatanan masyarakat yang berkearifan lokal.

Dengan latar belakang pengalaman yang dimiliki oleh Sapto Satrio Mulyo, diiringi komitmennya untuk mengembalikan nilai kearifan lokal sebagai landasan utamanya dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Semoga ini akan lebih melengkapi salah satu sumbangsihnya di Kabupaten Bogor yang sudah dimulainya sejak tahun 2013, dengan mengumpulkan, dan membagi informasi mengenai kesehatan cara alami pada www.bogorsehat.web.id, sebagai awal kerja nyatanya untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Bogor yang berkearifan lokal.

Jadi,  jika kelak Sapto Satrio Mulyo terpilih sebagai anggota DPR RI, maka Kabupaten Bogor akan diperjuangkan sebagai gerbang awal untuk mengembalikan nilai-nilai kearifan lokal, yang sesungguhnya menjadi landasan utama pola berinteraksi Masyarakat, Bangsa, dan Negara Indonesia.

Visi Misi Sapto Satrio Mulyo

VISI 
Menciptakan Bogor Sehat (Sejahtera Aman Tentram).

Sejahtera secara ekonomi, Aman dari berbagai ancaman / konflik, dan Tentram perasaannya.

MISI
Mengelola Potensi SDA dan SDM yang ada di Kabupaten Bogor, dengan cara Kembali ke Kearifan Lokal, sehingga SDA dapat terus dimanfaatkan secara Optimal, tetapi tidak Mengeksploitasinya, sehingga tidak merusak Lingkungan Hidup itu sendiri.

Penjelasan
Visi Misi yang tampak sederhana seperti yang pernah di tulis di www.tagarbogor.web.id, juga di www.partainasdem.id, sebenarnya adalah suatu lompatan restorasi yang memang sudah harus dilakukan secara menyeluruh.

Hal ini mengingat, sebuah pembangunan Bangsa tidak bisa melulu dilihat dari pembangunan fisiknya saja, tanpa dilandasi oleh SDM yang mengenal dan mengerti lingkungannya sendiri, atau didasari oleh ideologi yang memang kita yakini sejak dahulu, yakni Pancasila.

Menjalankan Pancasila tanpa dibarengi prilaku Kearifan Lokal, ibarat menjalankan mobil bermesin bensin, tetapi diisi dengan minyak tanah. Olehkarenya, saya dari jauh-jauh hari sudah mengisyaratkanya dengan membangun sebuah komunitas Tanah Impian, yang gunanya untuk mendorong restorasi tersebut di atas.

Sementara jika kita menengok sedikit kebelakang, dimana masyarakat kita masih sangat kental dengan pola Gotongroyong (Kearifan Lokal), kita tidak mengenal apa yang namanya sejatinya manusia diukur dengan uang, yang kini sedang terjadi di Indonesia.

Dengan dukungan pola pikir Partai Nasdem "#NasdemAntiMahar", saya merasa yakin "Kembali ke Kearifan Lokal" bukanlah sebuah mimpi, tetapi sebuah harapan yang dapat direalisasikan.

Sebagai wujud nyata dari apa yang saya ingin terapkan, saya pun telah mempersiapkan, tentunya dibantu oleh teman-teman komunitas Tanah Impian, sebuah kerangka berfikir dengan motto Berjuang dengan Sejarah, yang melahirkan perpustakaan.tanahimpian.web.id. Di situ Anda dapat melihat besarnya Bangsa kita, dan akan kembali menjadi besar, saat kita sadar Sejarah, sehingga menambah keinginan dan semangat kita untuk kembali menerapkan Kearifan Lokal.

Jika Perpustakaan Tanah Impian sebagai bentuk pengenalan sejarah Bangsa, pada akhirnya diharapkan dapat menumbuh kembangkan rasa kebangsaan, berdasarkan nilai-nilai atau norma-norma yang berkembang dalam Budaya kita sendiri.

Sementara saya pun, mencoba untuk menyajikan pengetahuan pengobatan yang dapat kita temui di lingkungan kita sendiri, dan tanpa efek samping, daripada kita menggunakan obat-obatan kimia yang memiliki efek samping. Obat-obatan alami tersebut bisa Anda dapatkan di Bogor Sehat (Sejahtera Aman Tentram). Sejahtera secara ekonomi, Aman dari berbagai ancaman / konflik, dan Tentram perasaannya.

Tidak lupa saya pun membuat sebuah lagu untuk Sobat Mileinial, yang tentunya dibantu oleh teman-teman Komunitas Tanah Impian, dengan judul "Sang Saka", untuk mengingatkan kita pada besarnya Bangsa Kita dahulu, yang diporakporandakan oleh perang merusak Mental melalui infiltrasi dan perusakan Sejarah Bangsa,



Foto - Dok Pribadi

Motivasi Sapto Satrio Mulyo


Motivasi saya menjadi Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jabar V (Kabupaten Bogor) Jawa Barat Periode 2019-2024 adalah mengantarkan agar Bogor Sehat (Sejahtera Aman Tentram) dengan tentunya kembali ke Kearifan Lokal. 

Jika menjadikan Bogor Sehat dapat terwujud, maka akan lebih mudah mewujudkan Indonesia yang Berkearifan Lokal. Selain dari penataan perekonomian yang dapat menjadi Gemah RIpah Loh Jinawi yang tentunya juga berkeadilan. Dari sisi interaksi masyarakat pun, kita tidak akan mengenal lagi kerusuhan-kerusuhan yang bersifat SARA, karena modal sosial insan yang Berkearifan Lokal tidak pernah merasa Jumawa. 

Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah, saat kita berfikir bagaimana caranya agar gagasan kita tersebut di atas dapat diwujudkan, dan diterapkan, maka kita pun harus berada dalam lembaga yang menggodok dan mengesyahkan Undang-udang sebagai penyangga jalannya sistem yang akan kita arahkan.  Untuk itulah izinkan saya untuk menjadi seorang Anggota DPR RI, agar kiranya dapat mewujudkan Bogor Sehat (Sejahtera Aman Tentram)

Sejahtera secara ekonomi, Aman dari berbagai ancaman / konflik sosial, dan Tentram lingkungan hidupnya
 .
Pertanyaannya mengapa baru sekarang saya menjadi caleg? Jawabanya, karena baru kali ini ada Partai Politik dengan yargon "Politik Tanpa Mahar" dan kenyataannya benar-benar tanpa mahar. Sampai lolos DCT bahkan hingga kini, saya tidak pernah dimintakan uang dengan alasan apapun, bahkan 1 rupiah pun tidak.

Dari habitat yang Sehat, akan melahirkan kader yang Sehat pula. Culture Company Partai yang rusak pasti akan melahirkan kader-kader yang rusak pula.

Dengan mengucap Basmalah, semoga saya Amanah, Amin...

Sapto Satrio Mulyo

Apa itu Kearifan Lokal?

Gambaran Umum

Kearifan Lokal lahir dari sebuah masyarakat, atau suku bangsa, yang secara turun-temuruh menempati dan memiliki suatu wilayah, sebagai tempat hidupnya, atau yang disebut sebagai Hak Ulayat, yang juga merupakan tempat sumber-sumber daya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Norma-norma dalam Kearifan Lokal adalah hasil dari proses konstruksi budaya, yang berorientasi pada berbagai kekayaan budaya setempat, yang tumbuh dan berkembang dalam sebuah masyarakat tersebut, kemudian dikenal, diperayai, dan diakui sebagai norma-norma utama, dalam rangka menjalin interaksi sosial, dalam menjawab tatanan hidup sehari-hari secara holistik, sehingga Kearifan Lokal mampu mempertebal kohesi sosial diantara mereka.

Namun demikian, Karifan Lokal tidak hanya sebatas pada apa yang dicerminkan dalam metode dan teknik pemberdayaan masyarakat saja, tetapi juga termasuk didalamnya adalah sebuah pemahaman, persepsi, dan bahkan suara hati yang berkaitan dengan interaksi sosial secara holistik.

Proses Pembentukkannya
Harus diakui, bahwa proses masyarakat menuju pada pembentukan norma-norma Kearifan Lokal, berjalan dengan waktu yang panjang pada sebuah suku bangsa / masyarakat. Untuk memahaminya lebih mendalam, kiranya hanya melalui pemahaman sejarah budaya sebuah suku bangsa / masyarakat, yang akan dapat menjawabnya.

Singkat kata, Kearifan Lokal sebuah suku bangsa / masyarakat, tidaklah dibuat dalam sehari semalam, tetapi sudah melalui proses uji coba alami, yang pada akhirnya menjadi konsensus bersama oleh seluruh masyarakat tersebut, sehingga penerapannya pun berlangsung secara alami.

Penerapannya
Jika dikaitkan dengan kekinian, dengan adanya pembangunan dan modernisasi suatu daerah, yang menyangkut masalah-masalah sosial, budaya, ekonomi, politik. Tetap saja hal ini tidak dapat terpisahkan dari kondisi tatanan geografis dan sosial budaya daerahnya.

Melihat lebih jauh lagi, bahwa Pancasila sebagai landasan ideal, UUD 1945 sebagai landasan konstitusional, adalah merupakan rangkuman dari nilai-nillai Luhur Bangsa Indonesia yang digali oleh Founding Father Bangsa Indonesia. 

Jadi dapat juga dikatakan bahwa nilai-nilai tersebut di atas adalah hasil rangkuman dari norma-norma Kearifan Lokal yang sudah terlebih dahulu diterapkan oleh Leluhur kita. 

Hanya saja, Pancasila merupakan hasil rangkuman yang menjadikan filosofi Kearifan Lokal lebih sistematis.


Kesimpulan
Dengan menjalankan Kearifan Lokal, berarti kita dapat mengoptimalkan seluruh SDA dan SDM dalam negeri secara arif dan bijaksana. Pada akhirnya masyarakat akan Sejahtera secara ekonomi, Aman dari berbagai ancaman / konflik sosial, dan Tentram lingkungan hidupnya

Oleh karenanya dengan kembali ke Kearifan Lokal, kehidupan kita akan menjadi "Sehat" (Sejahtera Aman Tentram)

Saya pikir tidak berlebihan jika saya ingin mengantarkan Kabupaten Bogor menjadi Bogor Sehat - untuk awal pengabdian saya di DPR - RI.

Catatan :
Pada kesempatan ini, sengaja saya tidak menjelaskannya apa itu Kearifan Lokal secara panjang lebar.
Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal

Sebuah pola kehidupan peninggalan Leluhur kita yang banyak dilupakan. Sejatinya, Kearifan Lokal tidak bertolak belakang dengan Modernisasi, tetapi justru sebagai rel atau pijakan kemana arah Bangsa ini akan berlabuh dengan Sehat

Bogor yang ber-Kearifan Lokal, pasti lebih maju, Sejahtera Aman Tentram (Sehat)

Bogor Sehat (Sejahtera, Aman dan Tentram )