Tampilkan postingan dengan label Lini Masa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lini Masa. Tampilkan semua postingan

Lebaran 2014

Bersama Keluargaku, Dimas, Putri, Dina istriku, dan aku. Setelah sungkeman, kami menyempatkan berfoto sejenak.

Sapto Satrio Mulyo

Sapto Satrio Mulyo
Itu adalah nama saya, dan saya mulai hobi menulis pada tahun 90an akhir.

Selain di beberapa Media Online, seperti Indonesia Mandiri, Warta Merdeka, d'Monitor, Laman Berita, dll, tulisan-tulisan saya banyak saya unggah di Perpustakaan Tanah Impian.

Di Blog ini saya hanya ingin mengumpulkan apa yang pernah saya buat, sehingga tidak tercecer kemana-mana, sehingga saya dapat membacanya berulang-ulang, guna intropeksi diri saya sendiri.

Dengan saya membaca kembali tulisan-tulisan saya berulang-ulang, dan menemukan kekurangan dan kelebihannya, saya berharap  dapat menjadi orang yang lebih mawas diri, dan hidup saya menjadi berguna pula bagi orang lain.

Sapto Satrio Mulyo | Semoga Bermanfaat

Juri Kecantikan dari salah satu produk Kosmetik Nasional

Pada satu acara Kecantikan, yang disponsori oleh salah satu merek Nasional yang terkenal. Sedang menilai para pragawati di cat walk, untuk selanjutnya dirapatkan bersama dewan juri lainnya, untuk menentukan siapa-siapa yang menjadi juara. 

Usai Ziarah ke Peristirahatan Terakhir Presiden RI 1

Mas Kus, Gatot DP (Pemred depoKini), saya
Seusai berziarah ke Peristirahatan Terakhir Presiden RI Pertama, kami menyempatkan diri mengunjungi rumah Pakde Kusno di Blitar.

Tempatnya masih tertata rapih, sehingga kita dapat membayangkan bagaiman kesibukan dan kesehariannya.

Sapto Satrio Mulyo

Foto Bersama, selepas Rapat Mingguan dengan Duta Besar


Keakraban antara kami, di KBRI Berlin, tidak terlepas dari arahan Duta Besar saat itu. Setelah rapat biasanya kami pun bertukar pikiran, sambil biasanya diteruskan makan siang bersama di luar Kedutaan.

Di depan Brandenburger Tor Berlin

Foto Keluarga sejenak, bersama Dimas (Putra Kedua) yang masih kecil, kebetulan mba Putri (Putri Pertama) sedang ke Jakarta.

Gerbang Brandenburg, dalam bahasa Jerman disebut Brandenburger Tor, adalah bekas gerbang kota dan salah satu simbol utama Berlin, Jerman.

Terletak antara Pariser Platz dan Platz des 18. März dan juga satu-satunya gerbang yang tersisa, dimana sebelumnya sebagai pintu masuk ke Berlin.

Satu blok ke utara berdiri gedung Reichstag. Gerbang ini mengawali pemindahan Unter den Linden, jalan terkenal dengan pohon linden yang mengarah langsung ke kediaman kerajaan.

Tempat ini diusulkan oleh Friedrich Wilhelm II sebagai simbol perdamaian dan dibangun oleh Carl Gotthard Langhans sejak 1788 hingga 1791.

Sapto Satrio Mulyo | Sumber : Berbagai Sumber | Semoga Bermanfaat

Di Madurodam Belanda

Ini peristiwa menggelikan
Juga sebagai perlunya kita komunikasi kepada siapa saja.
Waktu itu, saya sudah ke beberapa kalinya berkunjung ke Madurodam, sementara mba Putri anak saya, baru untuk pertama kalinya berkunjung ke Madurodam

Saya hafal banget, bahwa beberapa langkah masuk kawasan Madurodam, pasti kita difoto, oleh tukang foto setempat, yang nantinya bisa kita beli di pintu keluar Madurodam.

Karena saya ingin mba Putri tampak berjalan sendiri, dimana saat itu ia masih berusia 10 tahun, maka akanlah bangganya saya, jika menunjukan foto Putri pertama saya, kepada teman-teman saya, bahwa tampaknya ia berjalan sendiri di luar negeri pada usianya, hehehehe

Memang orang tidak boleh sombong, maka saat mendekat dengan tukang foto, saya bermaksud jalan cepat, agar mba Putri dan saya memiliki foto masing-masing.

Ya itulah, semua berawal dari niat kita...
Jika niat kita baik, pasti akhirnya baik, tetapi jika kita niat kita sombong, pasti hasilnya juga tidak sesuai. Alam ini hidup kawan....

Sapto Satrio Mulyo | Semoga Bermanfaat

Bersama Teman-teman dari Papua

Usai mengikuti Seminar Kecil mengenai NKRI di Berlin
Saat bertugas di Berlin, sempat saya mempunyai teman-teman dari Papua... Mereka adalah orang-orang yang open minded, sehingga kita dapat berdiskusi untuk menambah wawasan.

Sapto Satrio Mulyo

Bersama Teman-teman Aktivis Unas 98

Dari kiri Atas : Wicaksono (Dawam), saya (Sapto), Wandi (Binyo)
Dari kiri Bawah : Standarkiaa (Kiaa), Raditya, Iwan

Di tempat kontrakan, pintu sebelah kiri tempat diskusi pengayaan ilmiah dari FPMS (Forum Pengkajian Masalah Sosial), sebelah kanan tempat nonton tv, masak dlsb.

Mereka ikut aktif dalam 98, saat itu saya sedang menekuni kuliah politik di S2 Unas

Kami bermain, berdiskusi dan menerapkan ilmu yang kami dapatkan.

Gang masuk ke dua rumah petak ini, kita namakan dan terkenal hingga Kramat V, sebagai Gang Bento (mengambil judul lagu Iwan Falls yang menggambarkan kebenciannya pada rezim saat itu).

Sapto Satrio Mulyo | Semoga Bermanfaat

Makan Siang Bersama Rekan Kerja "Majalah Eksekutif"

Saya berdasi, mas Imam kanan saya, mba Erna, mba Lina, mba Meri, mas itu deh, hehehe

Kita biasa makan siang bersama, ngeriung sambil bicara yang enteng-enteng, kadang juga bicarakan strategi pemasaran.

Inget waktu baru bergabung di Majalah Eksekutif, mereka tidak terkecuali, sering memberi tahu, Culture Company Majalah Eksekutif yang begitu kekeluargaan, dengan saling menghormati senioritas umur dan jabatan.

Artinya meski orang tidak punya jabatan, tetapi lebih tua, kita pun harus menghormatinya, begitu pula kepada mereka yang mempunyai jabatan. Pokoknya asik deh, di sini...

Jadi kangen ya, becandaannya...

Sapto Satrio Mulyo

Bersama Rekan Delegasi, Berakhir Minggu di Taiwan

Setelah seminggu penuh belajar di kelas di Taipei', maka kami pun diajak untuk menikmati keindahan tempat-tempat wisata di pulau Formosa.

Saya adalah peserta termuda kala itu, sementara Bapak-bapak yang lain sudah memiliki jabatan yang bergengsi di instansinya masing-masing.

Kala itu saya baru menjabat sebagai Kepala Seksi untuk masalah-masalah Dalam Negeri.

Latihan Militer bersama Teman-teman seangkatan

Membentuk Persaudaraan dan Korsa, kini mereka sudah banyak yang menjadi pejabat, yang bertanggung jawab akan aman dan kondusifnya NKRI.

Jadi ingat waktu hari-hari terakhir saat ada penyesatan dan survival, meskipun kita dalam kelompok yang saling bersaing. Ternyata jiwa dan hati seorang yang Nasionalis Pancasilais, tetap tidak ingin bersaing tidak sehat.

Puas sehabis melihat hasil tembakan, laras panjang dan laras pendek.

Terimakasih Kawan, berkat kerjasamanya, saya dianugerahi Juara 1 Laras Panjang, dan Juara 1 Laras Pendek. Selamet buat mas Chaerul yang mendapatkan Juara 1 Ketahanan Fisik.

Sapto Satrio Mulyo 

Sungkem ke Eyang Putri sebelum ke Airport untuk Belajar di Jerman

Sebagai anak muda yang menghargai budaya Leluhur, saya meminta waktu kepada Eyang Putri dari Ayah saya. Meminta doa restunya, agar saya bisa melaksanakan belajar saya kelak di Jerman Barat.

Olahraga

Saat sedang berlaga di Sirkuit Motocross Pondok Indah
Jakarta (SSM) - Saat di kelas 2 SMA, saya bertemu dengan kakak kelas yang baik hati. Ia mengajak saya untuk pertamakalinya mengenal dunia motocross, sejak itulah saya menggeluti dunia motocross. Pada zaman itu, motocross adalah olahraga yang baru di Indonesia, sehingga motor-motornya juga masih menggunakan motor trail biasa. 

Menjelang berlaga, mempersiapkan motor ke tempat Start
Baru menjelang satu tahun saya berkecimpung di dunia motocross, bermunculanlah motor-motor yang kami sebut dengan special engine, dan yang paling populer adalah Yamaha YZ, disusul dengan Suzuki RM.

Menginjak kelas 3 SMA, yang kemudian diminta berhenti oleh Ibu saya, dengan alasan saya harus mulai bersiap-siap untuk ujian sekolah.

Sebelum menggeluti dunia motocross, dari kelas 5 SD hingga 2 SMP, saya menggeluti Tenis Lapangan, yang kebetulan berada ada di komplek di tempat tinggal saya.

Begitulah perjalanan saya dalam dunia olahraga.


Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal

Sebuah pola kehidupan peninggalan Leluhur kita yang banyak dilupakan. Sejatinya, Kearifan Lokal tidak bertolak belakang dengan Modernisasi, tetapi justru sebagai rel atau pijakan kemana arah Bangsa ini akan berlabuh dengan Sehat

Bogor yang ber-Kearifan Lokal, pasti lebih maju, Sejahtera Aman Tentram (Sehat)

Bogor Sehat (Sejahtera, Aman dan Tentram )