Tampilkan postingan dengan label Universitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Universitas. Tampilkan semua postingan

Bersama Teman-teman Aktivis Unas 98

Dari kiri Atas : Wicaksono (Dawam), saya (Sapto), Wandi (Binyo)
Dari kiri Bawah : Standarkiaa (Kiaa), Raditya, Iwan

Di tempat kontrakan, pintu sebelah kiri tempat diskusi pengayaan ilmiah dari FPMS (Forum Pengkajian Masalah Sosial), sebelah kanan tempat nonton tv, masak dlsb.

Mereka ikut aktif dalam 98, saat itu saya sedang menekuni kuliah politik di S2 Unas

Kami bermain, berdiskusi dan menerapkan ilmu yang kami dapatkan.

Gang masuk ke dua rumah petak ini, kita namakan dan terkenal hingga Kramat V, sebagai Gang Bento (mengambil judul lagu Iwan Falls yang menggambarkan kebenciannya pada rezim saat itu).

Sapto Satrio Mulyo | Semoga Bermanfaat

Kuliah Bahasa Jerman di IKIP Jakarta - Sekarang menjadi Universitas Negeri Jakarta

Pagi hari saya kuliah di IKIP Jakarta, kebetulan saya diterima di FPBS jurusan Bahasa Jerman.

Sementara Sore hari saya berkuliah di Jayabaya di Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Perusahaan

Sapto Satrio Mulyo

Kuliah Ekonomi di Unveristas Jayabaya - by Pass, Jakarta

Saat kuliah di Jayabaya, saya mengambil kuliah di sore hari, karena paginya saya kuliah di IKIP Jakarta, yang saat ini menjadi Universitas Negeri Jakarta.

Banyak kenangan dengan teman-teman di sini, namun lagi-lagi kami bukan orang-orang yang suka berfotoria, maka belum satupun yang saya dapat foto dari teman-teman alumni, yang dapat saya pampang di sini.

Sapto Satrio Mulyo

Fachochschule Wedel - Jerman

Di ruang ini saya pernah berkuliah di Fachochschule Wedel Foto : Source

Ruang ini adalah untuk matakuliah dasar, yang mana banyak berkumpul dari berbagai jurusan. Kalau di Indonesia Kuliah umum zaman saya seperti kuliah Kewiraan.

Waktu saya dulu, salah satu kuliah umum  EDV adalah Fisika. Yang saya tidak pernah lupa adalah Profesor kami selalu membawa Anjing Herdernya, dan diikat di gagang pintu masuk ruangan, yang Anda dapat lihat dibawah tulisan "Ihr Kurzt Pure - Eigene Rente" 

Terus ada lagi kejadian yang saya tidak dapat lupakan, satu saat ketika Profesor kami menulis rumus PQ yang salah, dimana rumus tersebut sudah jadi makanan sehari-hari SMA IPA di Indonesia saat itu.

Saya mengacungkan tangan dan meminta maaf, mengatakan bahwa rumus tersebut salah tulis...

Apa yang terjadi?
Profesor tersebut mengucapkan terimakasih, dan ia berkata, untuk ada kamu, jadi satu kelas tidak ikut salah, diikuti tepuk tangan teman-teman mahasiswa yang lain..

Tidak itu saja...
Saat kuliah selesai, ia (Profesor) tersebut menunggu saya di depan pintu sambil memegang Anjingnya yang siap jalan. Ia mengatakan "Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih"

Terharu saya, seorang Profesor yang ilmunya sudah diawang-awang, tetap mengakui kesalahannya.

Sapto Satrio Mulyo | Semoga Bermanfaat
Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal

Sebuah pola kehidupan peninggalan Leluhur kita yang banyak dilupakan. Sejatinya, Kearifan Lokal tidak bertolak belakang dengan Modernisasi, tetapi justru sebagai rel atau pijakan kemana arah Bangsa ini akan berlabuh dengan Sehat

Bogor yang ber-Kearifan Lokal, pasti lebih maju, Sejahtera Aman Tentram (Sehat)

Bogor Sehat (Sejahtera, Aman dan Tentram )